Haikal Sulaiman-Kuil Sulaiman

Siapakah yang ingin membina semula Haikal Sulaiman (The Solomon Temple) ini? Di manakah lokasinya? Jawapannya mudah sahaja, Kaum yang ingin membina semula ialah Yahudi dan lokasi kuil itu ialah Masjidul Aqsa!!



Jika sebelumnya kaum Zionis ini secara bersembunyi, bahkan berdolak dalih, namun bulan Februari lalu mereka telah menyatakan secara terbuka, ingin menghancurkan Masjidul Aqsa.

Mereka sudah lama berusaha untuk merobohkan Masjidul Aqsa kerana keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidul Aqsa. Tetapi mereka masih menyembunyikan matlamat mereka.
 

Apa itu Haikal Sulaiman (The Solomon Temple)


Haikal Sulaiman dipercayai didirikan pada tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babilyon menaluk Juruseleem dan menghancurkan kuil tersebut. Setelah itu, tentara Parsi yang dipimpin Cyrus menaluki Yerusalem dari tangan Bibilon dan membangun semula Haikal Sulaiman.


Tetapi pada tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Jurusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman meratakannya separas tanah.
Kurun demi kurun berlalu, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus membara. Kerana bagi mereka Haykkal sulaiman yang termaktub dalam torrah (kitab Taurat) itu adalah pusat dunia dan di situ bakal lahirnya Massiah (pembela) bagi kaum Yahudi. Jadi mereka memerlukan persedian untuk menyambut Massiah.

Rancangan telah lama disusun, ketika gerakan Zionisme Internasional memulakan kongres pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, seorang paderi besar Yahudi, Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi dari seluruh dunia kembali semula ke Tanah Palestin yang disebutnya dalam Taurat sebagai sebagai Tanah Perjanjian.

Atas pendapat kaum Zionis, bahawa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka berpendapat tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidul Aqsa dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Dalam keyakinan Yahudi yang sesungguhnya telah tersasar dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (penyelamat) akan menjadi pembela kaum Yahudi dan memimpin dunia. Inilahlah yang menjadi intipati perjuangan mereka untuk merebuat kembali Baitulmukadis.

Mereka percaya, Kuil Sulaiman misti dibena untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Lokasi sebenar Kuil Sulaiman, para sejarawan masih berbeza pendapat. Ramai yakin kuil itu berada diluar kawasan Misjidul Aqsa. Tetapi dikalangan orang Yahudi percaya kuil tersebuat berada di bawah Masjidul Aqsa. Itulah sebabnya mereka mengali trowong dan mencari bukti di bawah masjid. Penggalian juga sebagai salah satu stratigi untuk meruntuhkan masjid itu. Antara usaha merosakkan Masjidul Aqsa ialah pada tahun tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan untuk kajian arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar asas masjid menjadi tidak stabil.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidul Aqsa. Mereka tidak berdalih lagi. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?
 

Hari Akhir

Selepas berdirinya Kuil Sulaiman, ‘Presiden’ Zionis-Israel akan menghantar sepucuk surat kepada Perdana Menteri Itali (Vitican), meminta agar Itali mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga untuk memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.Kaum Zionis masih ingat, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan banyak harta karun dari Kuil Sulaiman di curi dan membawanya ke Vatikan.

Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menyembelih serta membakar seekor kambing betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk tujuan ini pun kaum Zionis telah membuat persiapan. Mereka mencipta proses kajian genatik, di tahun 1997, mereka telah mencipta seekor kambing dengan ciri-ciri tersebut.

Hanya saja, penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini misti dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.Masalahnya, daerah ini sekarang belum dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan Plastin. Sebab itu, kaum Zionis selalu berusaha menghalau orang Plastin dari wailayah itu.
 

Memperdaya Orang Kristen

Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil rasmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah-olah membantu kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu benci terhadap Kristen.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan. Kaum Yahudi menyatakan pada Kristian bahawa The Christ tidak akan turun selagi Haykkal tidak didirikan.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan diri bila kaum Zionis hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah ditipu dan diracuni Zionis sehingga tidak mampu membangkang dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga menghancurkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.

Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri.



sumber dari  http://terjah.freephpnuke.org/gate.html?name=News&file=article&sid=11

Berepisod:-


Petanda Kiamat Sudah Dekat!



Makkah (ataupun Mekah dengan nama penuhnya Makkah al-Mukarramah; Arab: Ù…كة المكرمة) terletak lebih kurang 73km daripada timur Jeddah, ibu kota Arab Saudi. Makkah merupakan tempat lahirnyaIslam dan Nabi Muhammad s.a.w. dan juga tempat baginda menerima wahyu daripada Allah s.w.t.
Makkah ialah kota paling suci bagi umat Islam. Lima kali sehari, lebih kurang 1.5 bilion muslim tak kira di mana mereka berada, pasti akan menghadap Kota Makkah untuk bersembahyang. Sekurang-kurangnya sekali dalam seumur hidup seseorang Muslim akan mengerjakan haji pada bulan Zulhijjah setiap tahun.
Di sini juga terletaknya Al Masjid Al Haram yang mana terdapatnya Kaabah.



Pada suatu saat nanti, Ka'bah akan dirobohkan oleh seorang manusia terkutuk bernamaDzussuwaiqatain.

Riwayat dari Ka'ab Al-Ahbar dan dalam tafsir surah Al-Anbiya : 96, firman Allah Ta'ala 
"Sehingga, apabila telah dibukakan (pintu) Ya'juj dan Ma'juj... . Bahwa munculnya Dzussuwaiqatain bermula pada masa turunnya nabi Isa AS, yaitu setelah dibinasakannya Ya'juj dan Ma'juj.

Ketika itu nabi Isa Alahis Salaam (AS) mengirimi pasukannya untuk memerangi balatentara
Dzussuwaiqatain. Mereka berkekuatan antara 700 sampai 800 orang. namun ketika mereka berjalan,Allah mengirimkan angin sejuk dari arah negeri Yaman. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yangberiman. Dan sisanya tinggal manusia-manusia jahat. Mereka bersetubuh bebas seperti binatang.Naudzubillahi min dzalik.

Pada keadaan itulah, tidak ada keraguan lagi, kiamat sudah 
sangat dekat sekali.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr Radiyallahu Anhu (RA), dia berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
" Ka'bah ini akan dirobohkan oleh Dzussuwaiqatain* dari Habasyah. Dia merampas perhiasannya, dan melepas kiswahnya. Aku seakan-akan melihatnya, orangnya kecil botak dengan tulang-tulang persendian bengkok, sedang menghantam Ka'bah dengan sekop dan kapaknya."

*
Dzussuwaiqatain adalah nama gelar--entah siapa nama aslinya--yang berarti si pemilik dua betis yang kecil."...Sesungguhnya tidak akan ada orang yang (berani) membongkar barang-barang simpanan dalam Ka'bah selain Dzussuwaiqatain dari Habasyah. (Hadist Riwayat Abdullah bin 'Amr)

Dan menurut riwayat Imam Ahmad pula dari Abu Hurairah RA, Rasululullah SAW bersabda, 
"Malan dan siang takkan berhenti bergulir sebelum ada seorang lelaki dari kalangan kaum budak menjadi raja, dia bernama Jahjah."
SUASANA KOTA MAKKAH DAN MADINAH MENJELANG KIAMAT



Keadan kota Madinah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits-hadits shahih terdahulu, bahwa Dajjal tidak dapat memasukinya, maupun memasuki kota Makkah.
"Di mulut-mulut jalan kota Madinah ada malaikat-malaikat penjaga, (sehingga) kota ini takkan dimasuki wabah penyakit maupun Dajjal." (HR-Bukhari-Muslim)"Madinah takkan dimasuki rasa takut terhadap si picak Dajjal. (Karena) pada waktu itu kota ini memiliki tujuh pintu. Masing-masing dijaga dua orang malaikat." (HR.Bukhari)

Hal itu tak lain karena kemuliaan kedua kota tersebut. Keduanya adalah Tanah Haram yang aman dari gangguan Dajjal. Dia hanya bisa datang di wilayah yang tidak subur dekat Madinah. Di kala itu, bergoncanglah Madinah tiga kali. Maka keluarlah dari dalam kota siapapun yang berhati munafik, laki-laki maupun perempuan. Sehingga kota Madinah bersih dari segala kotoran. 
"Sesungguhnya kota ini adalah Thaibah (harum). Dia sendiri yang akan membuang kotorannya lalu semerbaklah keharumannya." (Al-Hadits)

Dengan demikian, kota Madinah akan tetap ramai pada saat Dajjal beroperasi dan juga pada masa turunnya nabi Isa bin Maryam, sampai beliau wafat dan dikubur di sana. Sesudah itu, barulah penduduk Madinah akan keluar meninggalkan kota itu. 

Dan dari sinilah 
urutan-urutan peristiwa yang mengantarkan kita pada kiamat besar (kiamat Qubra--kiamat sudah diambang pintu) akan benar-benar terjadi. Hingga pada masanya, Baitullah pun tidak lagi dikunjungi orang, malah akan dihancurkan oleh orang terkutuk yang bernama Dzussuwaiqatain.

Tiada Faedahnya Merokok!

Tragedi yang sering membawa pelajar kearah keinginan untuk merokok.
-Ikut kawan
"try lar bende nie best je aman je kepala"
"Kau ni tak macho la tak guna benda nie"
"Ala benda nie memansuhkan kepala hotak ko"
"Ko boleh jadi superhero"
Dialog ini sering digunakan oleh pelajar atau bukan pelajar untuk menghasut kawannya untuk giat dalam aktiviti merokok.


Saya mempunyai pengalaman dengan si Perokok tegar iaitu kawan saya dan sentiasa mempunyai masaalah baran yang tak menentu kerana ketagihan ingin merokok.Jika anda seorang perokok percayalah cakap saya jika anda menjadi seorang ibu atau bapa anda akan terdedah kepada masaalah rumah tangga.


Kandungan dalam batang rokok:

Tengok macam bahaya?
Tetapi para perokok tegar ni seekor pun tak heran dengan gambar ini.Susah jugak nak menasihati para perokok tegar ini.


Tengok Minah nie slumber je...
kadang-kadang masaalah juga kerajaan naikkan harga rokok..Sebabnya orang yang miskin yang ketagihan akan mengalami bebanan yang melampau.
Fikir Dahulu:
Ketagihan merokok juga boleh membuat seseorang itu baran.
Merokok juga dapat menaikkan semangat tetapi tidak menyihatkan orang ramai.
Sesiapa mempunyai jalan yang mudah untuk mengurangkan kadar perokok di malaysia sila cadangkan disini.
on9onweb.

Pokok Kabu


Dipetik Dari Wikipedia
Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Kata "kapuk" atau "kapok" juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Juga disebut sebagai Ceiba, nama genusnya, yang merupakan simbol suci dalam mitologibangsa Maya.
Biji Kapok yang berisi serat di dalamnya
Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat memiliki batang pohon yang cukup besar hingga mencapai diameter 3 m.
Pohon ini banyak ditanam di Asia, terutama di pulau Jawa, Malaysia, Filipina, dan Amerika Selatan. Di Bogor terdapat jalan yang di sepanjang tepinya dinaungi pohon kapuk. Pada saat buahnya merekah suasana di jalanan menyerupai hujan salju karena serat kapuk yang putih beterbangan di udara.







on9onweb.
Profile Pokok Kabu


Nama Latin:
Ceiba pentandra (L.) Gaertner [synonym: Bombax pentandrum L., Ceiba occidentalis (Spreng.) 


Keluarga:Malvaceae (mallow), previously Bombacaceae (silk-cotton)


Kedah/Perlis:Pokok Kabu


Jenis Tumbuhan: Berkapas bersih,gebu dan lain-lain lagi.


Dalam Industri Tradisional:
Dijadikan Bantal,Pelapik,Pertanian,Rawatan dan lain-lain lagi.














Soalan yang depetik dari youthsays oleh Rahman Lo:
Berdasarkan soalan beliau saya telah berbincang dengan beliau tentang cara-cara menggunakan pokok kabu dalam industri lampin negara dan dapat mengurangkan kadar peningkatan penyakit kelamin dan pencemaran alam sekitar.


Saya memberi cadangan tentang penggunaan pokok kabu secara tradisional untuk dijadikan lampin kanak-kanak dengan menggunakan kain batik atau kain pelekat diletakkan bersama kapas buah Kabu.Cara ini dapat menyelamatkan alam sekitar daripada tercemar daripada sisa buangan lampin yang berleluasa.Selepas menggunakan kain pelekat dan kain batik dapat digunapakai semula untuk dijadikan lampin.


Bagaimana nak buang kapas kabu yang telah digunakan adakah ia akan mencemarkan alam sekitar?
Sebenarnya pokok Kabu ini sejenis tumbuhan dan ia mudah reput dan sesuai dijadikan bahan pertanian.Seperti diperlis pokok kabu digunakan oleh para petani untuk menanam pokok Jaggus.


Jika anda mempunyai cadangan cara-cara menggunakan pokok Kabu sila tinggalkan komen anda dibawah ini sekian sahaja: =) on9onweb



Kecelaruan Kitab Bible dan Penipuan Ayat-ayat Injil.

Sumber Asli Dari: http://inilah-jalanku.blogspot.com/
Oleh : Imran Al-Malizi
Firman Allah s.w.t (yang bermaksud):
“Kecelakaan yang besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Taurat dengan tangan mereka (lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: “Ini ialah dari sisi Allah”, supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit. Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu.”
(Al-Baqarah : 79)
Umat Islam secara umumnya mengetahui bahawa agama Yahudi (Judaisme), Nasrani (Kristian) dan Islam adalah tergolong dalam agama-agama samawi yang datang dari sumber yang satu; wahyu Ilahi.Walau bagaimanapun, kitab-kitab suci yang terdahulu iaitu Taurat (Torah) dan Injil (Gospel) telah pun diselewengkan oleh para pendeta dan rahib mereka. Ini dapat diketahui sama ada melalui firman Allah s.w.t di dalam al-Quran ataupun difahami secara umum.
Di tengah-tengah kegawatan dan krisis akidah yang sedang hebat meratah keyakinan umat Islam di timur dan barat, khususnya gejala murtad yang melata di tanah air kita, adalah merupakan suatu yang sangat signifikan bagi kita selaku penganut Islam lebih-lebih lagi sebagai penuntut ilmu agar meneliti kembali dakwaan tersebut dengan lebih konkrit. Supaya kita tidak termasuk dalam golongan mereka yang hanya beriman dengan ‘berpeluk tubuh’.Melalui ruangan yang terhad ini, penulis hanya akan menyentuh beberapa doktrin di dalam ajaran Kristian yang berkait dengan kecelaruan Kitab Bible.
Adakah Tuhan itu Tiga atau Esa ..?
Firman Allah s.w.t. (yang bermaksud) :
“Demi sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahawasanya Allah ialah salah satu dari tiga tuhan". Padahal tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa...” (Al-Maa'idah : 73)
‘Trinity’ adalah paksi utama ajaran Kristian. Tanpanya, ajaran ini seolah-olah kehilangan tunggak. Doktrin ajaran ini mengatakan bahawa Tuhan itu terdiri daripada 3 juzuk iaitu : Tuhan Bapa (God / The Father), Tuhan Anak (Jesus Christ/ The Son/ The Word) dan Ruhul Qudus (The Holy Ghost/ Holy Spirit). Ketiga-tiga unsur ini juga merupakan ‘satu tuhan’ yang disembah oleh para penganut Kristian. Hujah yang menguatkan dakwaan mereka itu terdapat pada sepotong ayat yang didapati di bahagian Perjanjian Baru (New Testament) di dalam kitab Holy Bible, King James Version (KJV) atau Authorized Version (AV). Iaitu ayat yang berbunyi :
“For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost : and these three are one.” (The First Epistle of John Ch.5 : V.7)
Inilah satu-satunya dalil yang paling jelas mengatakan bahawa ‘satu’ Tuhan itu terdiri daripada 3 unsur iaitu Tuhan Bapa (The Father), Tuhan Anak (The Word) dan Ruhul Qudus (The Holy Ghost). Setahu penulis, tidak ada lagi ayat-ayat lain di dalam kitab Bible yang menyatakan sejelas-jelas ayat ini, dan ayat inilah yang menjadi ‘modal’ utama para pendakyah misionari Kristian untuk menyebarkan ajaran bahawa Tuhan itu ‘tiga dalam satu’ (Trinity : in Christianity – the union of Father, Son and Holy Spirit as one God).
Bagaimanapun, adakah ayat tersebut benar-benar datang daripada wahyu Tuhan ataupun hanya REKAAN dan PENYELEWENGAN para pendeta mereka?!! Sebenarnya ayat tersebut telah pun disingkirkan oleh para ilmuwan Bible daripada cetakan kitab-kitab Bible mutakhir dan ianya dikira sebagai ayat palsu.


Fabrikasi (Pemalsuan) Ayat-ayat di dalam Bible
Secara umumnya, kitab Bible terbahagi kepada 2 bahagian utama iaitu Perjanjian Lama (The Old Testament) dan Perjanjian Baru (The New Testament). Bahagian pertama The Old Testamentmengandungi kitab-kitab yang diambil daripada himpunan manuskrip Yahudi (termasuklah kitab Taurat yang telah diubah) yang merakamkan berkenaan kejadian penciptaan alam ini dan menceritakan kisah nabi-nabi terdahulu sebelum Jesus Christ (Nabi Isa A.S.) dan ramalan berkenaan dengan kelahiran baginda. Manakala bahagian kedua The New Testament pula menceritakan kisah hidup Jesus Christ bersama-sama dengan para pengikutnya sehinggalah saat baginda (mengikut kepercayaan penganut Kristian) ‘disalib’ oleh golongan Yahudi dan tentera Raja Herod (106-48 S.M.).
4 buah fasal (manuskrip) di awal bahagian ini, iaitu kitab-kitab Matthew, Mark, Luke dan John disebut Gospel (Injil yang telah diselewengkan).Juga turut dimuatkan himpunan manuskrip yang ditulis selepas ‘kematian’ Jesus Christ yang juga dianggap sebagai ‘wahyu’ melalui perantaraan Ruhul Qudus (The Holy Spirit/ Holy Ghost ).
Sebenarnya, bagi mereka yang mempelajari dan meneliti kitab-kitab Bible, maka pasti ia akan mendapati bahawa terdapat kepelbagaian versi kitab-kitab Bible di pasaran. Kepelbagaian ini adalah disebabkan oleh terjemahan serta
penyemakan dan pemeriksaan semula (revision) kitab-kitab Bible yang sedia ada. Sebagai contoh, kitab Holy Bible, King James Version (KJV) di atas yang juga di sebut Authorized Version (AV) telah melalui proses semakan semula (revision) secara besar-besaran bermula dari tahun 1870 dengan autoriti majlis Gereja England (Church of England). Kitab tersebut yang diterbitkan pada tahun 1611 pada zaman Raja James telah pun mendapat pengiktirafan sekian lama daripada dunia Kristian sebagai ‘Kitab yang paling mulia dan tinggi di dalam frasa Inggeris’ malah ianya digelar ‘Versi yang Diakui’ (Authorized Version) .
Malangnya kitab ini terpaksa ‘diperbaiki’ kerana terdapat banyak kesalahan dan kesilapan yang serius sebagaimana yang diakui sendiri oleh para ilmuwan Kristian (bagaimanapun kitab ini masih lagi dijual di pasaran sehingga ke hari ini).
Tugas memeriksa dan menyemak semula Holy Bible KJV ini adalah bertitik tolak daripada sebab-sebab di atas dan justeru ia menjadi sangat perlu apabila berlaku perkembangan dalam pengkajian berkenaan Bible dan banyak penemuan manuskrip-manuskrip Bible (biblical manuscripts) yang lebih awal dan terdahulu daripada manuskrip-manuskrip yang digunakan ketika terjemahan dan penghasilan Holy Bible KJV diasaskan. Didapati terlalu banyak kecelaruan yang perlu diperbetulkan dan juga ayat-ayat yang perlu disingkirkan.Maka daripada penyemakan semula ini, kitab Bible The (British) Revised Version telah diterbitkan pada 1881-1885 dan American Standard Version yang dikatakan mempunyai kelainan dengan hasil gabungan dan pendekatan para ilmuwan Kristian dari Amerika pula telah diterbitkan pada tahun 1901. Pada tahun 1928, hak cipta versi yang mutakhir itu telah diperolehi Majlis Pendidikan Keagamaan Antarabangsa (International Council of Religious Education) dan kemudiannya berpindah tangan kepada pertubuhan Gereja-gereja Amerika Syarikat dan Kanada (Churches of the United States and Canada). Majlis ini telah melantik satu jawatankuasa daripada kalangan ilmuwan agama bagi memegang amanah terhadap teks Bible American Standard Version dan memikul tugas berhubung permintaan supaya dibuat penyemakan lanjutan dan revisi semula dibuat terhadap teks tersebut.
Setelah mengkaji sama ada perlu atau tidak dibuat penyemakan lanjutan ini, maka pada tahun 1937, Majlis ini telah memberi kuasa kepada jawatankuasa tersebut untuk membuat penyemakan semula.Para ilmuwan agama yang mencurahkan tenaga di dalam jawatankuasa tersebut menjalankan kerja-kerja penyemakan dalam dua bahagian, sebahagiannya menumpukan kepada proses revisi Old Testament dan sebahagian yang lain kepada bahagian New Testament. Dan pada tahun 1946, versi Bible, Revised Standard Version of the New Testament telah diterbitkan. Manakala kitab Holy Bible, Revised Standard Version (RSV) yang mengandungi kedua-dua bahagian Old Testament dan New Testament pula hanya dapat diterbitkan pada 30 September 1952. Melalui proses penyemakan semula ataupun revisi lanjutan ini, maka kitab Bible RSV ini mendapat pengiktirafan daripada kesemua gereja Kristian yang utama seperti Protestan (Protestant), Anglican, Roman Katolik (Roman Catholic) dan Ortodoks Timur (Eastern Orthodox). Jawatankuasa Bible Versi Standard Semakan Semula (The Revised Standard
Version Bible Committee) ini dianggotai oleh lebih kurang 30 orang ilmuwan lelaki dan wanita. Diwakili oleh seluruh gereja Kristian sedunia, termasuk para ilmuwan agama yang digabungkan daripada pelbagai mazhab Protestan, begitu juga beberapa ahli daripada Roman Katolik, Ortodoks dan juga Yahudi yang membantu untuk penyemakan di bahagian Old Testament.
Pada satu jangka masa, jawatankuasa ini turut dianggotai oleh beberapa ahli daripada Kanada dan England. Manakala Penerbitan Collins menyatakan kitab Bible RSV ini adalah hasil tangan 32 orang ilmuwan agama dan dibantu oleh jawatankuasa penasihat yang mewakili 50 mazhab.
Ekstradisi dan Pembuangan Ayat-ayat Palsu dan Fabrikasi
Berikutan usaha penyemakan semula ini, banyak ayat-ayat dan perkataan di dalam Bible yang telah ‘dibuang’ atau diekstrakkan keluar dari kitab Bible KJV. Ini kerana ayat-ayat tersebut tidak terdapat di dalam teks manuskrip asal yang lebih awal sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Ayat-ayat dan perkataan-perkataan yang telah disingkirkan ini dipanggil fabrikasi (fabrication) atau pemalsuan. Di antara ayat-ayat tersebut ialah ayat yang menyebut secara jelas doktrin ‘Trinity’ :
“For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost : and these three are one.” (The First Epistle of John Ch.5 : V.7)
Ayat ke-7 daripada perenggan ke-5 di dalam Fasal John 1 ini telah dibuang dan digantikan dengan ‘ayat baru’. Yang mana asalnya petikan ayat-ayat tersebut di dalam Bible KJV berbunyi :
6 This is he that came by water and blood, even Jesus Christ; not by water only, but by water and blood. And it is the Spirit that beareth witness, because the Spirit is truth.
7 For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one. 8 And there are three that bear witness in earth, the Spirit, and the water, and the blood: and these three agree in one.
Manakala di dalam Bible RSV berbunyi :
6 This is he who came by water and blood, Jesus Christ, not with the water only but with the water and the blood.
7 And the Spirit is the witness, because the Spirit is the truth.
8 There are three witnesses, the Spirit, the water, and the blood; and these three agree.
Sila perhatikan perbezaan di antara kedua-dua versi ayat-ayat di atas. Sekiranya diteliti, maka kita akan dapati ayat ke-7 telah dibuang dan digantikan dengan pecahan daripada ayat ke-6. Bukankah begitu mudah untuk mengubah ‘kitab suci’?
Selain ayat-ayat, terdapat juga perkataan-perkataan yang dibuang. Contoh perkataan yang dibuang ialah ‘begotten’ daripada ayat ke-16, perenggan ke-3 Fasal John :
“For God so loved the world, that he gave his only begotten son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.”(The Gospel according to John Ch.3 : V. 16)
Di dalam Bible RSV perkataan tersebut telah dikeluarkan dan huruf ‘s’ pada perkataan“son” ditulis dengan huruf besar menjadi :
“For God so loved the world that he gave his only Son, that whoever believes in him should not perish but have eternal life.” (The Gospel according to John Ch.3 : V. 16)
Perkataan ‘begotten’ berasal daripada ‘beget’ yang digunakan dalam bahasa Inggeris klasik (kuno) dengan memberi makna : ‘be the father of (somebody)’ : ‘menjadi bapa kepada (seseorang)’.
Dan apabila perkataan ini dibuang, maka makna ayat juga berubah. Di dalam ayat yang pertama di atas ia memberi makna : “…Tuhan begitu kasihkan dunia ini, maka dia telah memberi satu-satunya anak dari hasilNya sendiri, maka barang siapa yang mempercayainya tidak akan binasa, tetapi akan memiliki kehidupan yang kekal abadi.”
Manakala ayat yang kedua pula bermaksud : “…Tuhan begitu kasihkan dunia ini, maka dia telah memberi satu-satunya anakNya, maka setiap orang yang mempercayainya tidak akan binasa, tetapi akan mendapat kehidupan yang kekal abadi.”
Perkataan ‘begotten’ juga bermaksud : ‘cause to be born; produce’ : punca atau sebab lahir; hasil .
Perkataan nista (begotten) ini telah ‘dicabut’ keluar daripada ayat tersebut kerana setelah diamati oleh jawatankuasa penyemakan semula Bible RSV, didapati perkataan tersebut adalah fabrikasi (palsu/ rekaan). Yakni, perkataan tersebutTIDAK terdapat di dalam teks manuskrip yang lebih awal. Walaupun begitu, para pendakyah Kristian masih lagi menyebarkan ajaran ‘Trinity’ dan mendakwa bahawa ‘Tuhan itu tiga’, juga para penganut Kristian masih lagi utuh mempercayai bahawa Jesus Christ adalah ‘Anak’ yang dihasilkan oleh Tuhan.
Persoalannya, mengapa perkara ini terjadi ..? Jawapannya sangat mudah, sebagaimana yang pernah disebut oleh kenalan penulis, seorang bekas mubaligh Kristian. Katanya : “Orang-orang Kristian kebanyakannya tidak membaca kitab Bible, sebaliknya mereka hanya mempercayai kata-kata paderi mereka semata-mata..”
Rupa-rupanya proses revisi kitab Bible ini tidak terhenti setakat itu, atas sebab-sebab tertentu ianya ‘diperbaharui’ lagi dengan mandat yang diberikan pada tahun 1980 dan Bible ini diberi judul - New Revised Standard Version (NRSV). Bagaimanapun, penulis akan membicarakannya pada keluaran bulan hadapan. InsyaAllah.
Sebagai penutup ruangan bulan ini, penulis ingin memuatkan petikan daripada bab pendahuluan kitab-kitab Bible yang ada di tangan penulis sendiri (kedua-duanya adalah cetakan daripada penerbitan yang sama iaitu Zonderzan Publishing House), khusus bagi mereka mampu memahami bahasa Inggeris.
The Holy Bible, KJV (pg. vi):
KING JAMES VERSIONPREFACE TO THE 1873 EDITION
The most time-honored and widely used edition of the English Bible is the translation of 1611, commonly known as the Authorized Version (AV) or King James Version (KJV). But though it has served as the standard translation for millions of users through nearly four centuries, there has never been a standard edition to which all printings are conformed.The Holy Bible, New Revised Standard Version (pg. vii):To The ReaderThis preface is addressed to you by the Committee of translators, who wish to explain, as briefly as possible, the origin and character of our work. The publication of our revision is yet another step in the long, continual process of making the Bible available in the form of the English language that is most widely current in our day. To summarize in a single sentence: the New Revised Standard Version of the Bible is an authorized version of the Revised Standard Version, publised in 1952, which was a revision of the American Standard Version, published in 1901, which, in turn, embodied earlier revisions of the King James Version, published in 1611.In the course of time, the King James Version came to be regarded as "the Authorized Version." With good reason it has been termed "the noblest monument of English prose," and it has entered, as no other book has, into the making of the personal character and the public institutions of the English-speaking peoples. We owe to it an incalculable debt.Yet the King James Version has serious defects. By the middle of the nineteenth century, the development of biblical studies and the discovery of many biblical manuscripts more ancient than those on which the King James Version was based made it apparent that these defects were so many as to call for revision. The task was begun, by authority of the Church of England, in 1870. The (British) Revised Version of the Bible was published in 1881-1885; and the American Standard Version, its variant embodying the preferences of the American scholars associated with the work, was published, as was mentioned above, in 1901. In 1928 the copyright of the latter was acquired by the International Council of Religious Education and thus passed into the ownership of the Churches of the United States and Canada that were associated in this Council through their boards of education and publication.The Council appointed a committee of scholars to have charge of the text of the American Standard Version and to undertake inquiry concerning the need for further revision. After studying the
questions whether or not revision should be undertaken, and if so, what its nature and extent should be, in 1937 the Council authorized a revision. The scholars who served as members of the Committee worked in two sections, one dealing with the Old Testament and one with the New Testament. In 1946 the Revised Standard Version of the New Testament was published. The publication of the Revised Standard Version of the Bible, containing the Old and New Testaments, took place on September 30, 1952. A translation of the Apocryphal/Deuterocanonical Books of the Old Testament followed in 1957. In 1977 this collection was issued in an expanded edition, containing three additional texts received by Eastern Orthodox communions (3 and 4 Maccabees and Psalm 151). Thereafter the Revised Standard Version gained the distinction of being officially authorized for use by all major Christian churches: Protestant, Anglican, Roman Catholic, and Eastern Orthodox.The Revised Standard Version Bible Committee is a continuing body, comprising about thirty members, both men and women. Ecumenical in representation, it includes scholars affiliated with various Protestant denominations, as well as several Roman Catholic members, an Eastern Orthodox member, and a Jewish member who serves in the Old Testament section. For a period of time the Committee included several members from Canada and from England.
Rujukan:
1. Tafsir PIMPINAN AR-RAHMAN kepada pengertian Al-Qur'an, JAKIM.ISBN 983-042-013-2
2. The Holy Bible, King James Version - Zondervan Publishing House, Grand Rapids, Michigan 49530. ISBN 0-310-92155-4
3. The Holy Bible, new Revised Standard Version - Zondervan Publishing House, Grand Rapids, Michigan 49530. ISBN 0-310-90236-3
4. Britannica 2002 Deluxe Edition
5. Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English 4th Edition, Oxford University Press 1989. ISBN 967 65 5353 0
6. The New Method English Dictionary, New Edition - West, Micheal. Longman. ISBN 582 55522 1

'Fahaman Wahabi Berasaskan Pemikiran Ibnu Taimiyyah'

 Gerakan Wahabi diasaskan oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi (1703 – 1791 M) lahir di Uyaynah utara Riyadh di daerah Nejad Arab Saudi. Bapanya adalah seorang qadhi di Nejad yang berpegang kepada akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. Selain berguru dengan bapanya beliau juga berguru dengan ulama-ulama Ahlu Sunnah Wal-Jamaah di Mekah dan Madinah. Gurunya yang terkenal di Madinah ialah Syeikh Muhammad Hayat yang menulis kitab Al-Hashiyah ‘Ala Sahih al-Bukhari.
Imam Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan seorang ulama’ yang banyak dipengaruhi Mazhab Hanbali tetapi pegangan tauhidnya berasaskan fikrah Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim yang juga bermazhab Hanbali. Beliau tertarik dengan pemikiran dua pemikir dan cuba menghidupkan kemabli konsep pemikiran Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim.
Ibnu Taimiyyah ( 1263 – 1328 M) adalah seorang pemikir besar umat Islam. Pemikiran Ibnu Taimiyyah menimbulkan bantahan beberapa ulama berfahaman akidah Ahli Sunnah Wal-Jamaah yang sedang menguasai pemikiran akidah pada masa itu sehingga ia di penjara, dilarang menulis dalam penjara dan akhirnya meninggal dunia dalam penjara di Damshik Syiria. Ibnu Qayyim (1292 – 1350 M) adalah juga murid kepada Ibnmu Taimiyyah.
Secara umumnya Syeikh Mohammad bin Abdul Wahab muncul ketika pengaruh Mazhab Hanbali sedang merosot dan umat Islam pada masa itu banyak melakukan pencemaran akidah seperti khurafat, bid’ah dan wakil gabenor Turki pula terlibat dengan rasuah. Beliau telah melancarkan reformasi dan pembaharuan di semenanjung Arab dalam usaha membersihkan mengembalikan umat Islam kepada ajaran sebenar al-Quran dan Hadis Sahih Rasulullah s.a.w. Usahanya mendapat sokongan beberapa pemimpin kabilah Arab di Nejad.
Berasaskan gerakan reformasi inilah maka ia beruasaha menghapuskan rasuah, segala macam bid’ah, khurafat dan pelbagai perbuatan yang membawa kepada syirik. Penegak-penegak fahaman Wahabi ini juga menamakan fahaman mereka sebagai kumpulan Salafi iaitu kumpulan yang tidak terikat dengan mana-mana mazhab seperti mana yang berlaku di zaman Rasulullah dan kepimpinan sahabat-sahabat selepasnya.
Bagaimana pun terdapat juga penganalisis politik Arab bahawa gerakan Wahabi ini lahir sebagai usaha untuk membebaskan bangsa Arab dari pemerintahan Kerajaan Uthmaniah Turki yang menguasai negara Arab pada masa itu. Muhammad bin Saud (pengasas pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang) telah memimpin kabilah Arab dan mendapat sokongan British berjaya memerintah Arab Saudi. Muhammad bin Saud dan pengasas fahaman Wahabi itu telah bersatu dalam usaha mengukuhkan kepentingan masing-masing dan usaha mereka berjaya. Kerajaan Uthmaniah Turki gagal mengawal kebangkitan Muhammad bin Saud dan perkembangan gerakan Wahabi kerana sibuk memnperkukuhkan penyebaran Islam di Eropah.
Menurut sumber sejarah ulama Mekah dan Madinah pada awalnya menentang fahaman Wahabi di mana berlaku isu kafir mengkafir yang hebat di antara ulama Ahli Sunnah Wal-Jamaah dengan ulama Wahabi. Bagaimana pun gerakan Wahabi berjaya menawan dua tempat suci itu maka bermulalah fahaman itu bertapak kukuh.
Pada prinsipnya fahaman Wahabi ini membuat terjemahan serta tafsiran al-Quran dan hadis sebulat-bulatnya mengikut fahaman pemimpin mereka serta ditegaskan dengan pendirian keras pergerakan itu. Mereka juga dikatakan menolak fahaman 4 Mazhab utama serta pegangan Ahli Sunnah Wal-Jamaah.
Menurut K.H Sirajudin Abbas seorang ulama besar Indonesia dalam buku 40 Soal-Jawab Agama menyatakan konsep moden fahaman Wahabi antaranya adalah seperti berikut:
. Dalam mempelajari ilmu Usuludin hendaklah berpegang kepada fahaman yang diasaskan oleh Ibnu Taimiyyah.
. Di dalam amalan fiqh pula tidak berpegang kepada mana-mana mazhab malah boleh menampal antara satu sama lain (Talfiq).
. Berpegang kepada sumber al-Quran dan hadis sahih sahaja tanpa berpegang kepada Ijmak dan Qias.
. Melarang keras umat Islam berdoa melalui tawassul (perantaraan).
. Melarang ziarah kubur walaupun maqam Rasulullah s.a.w. Kerajaan Arab Saudi membenarkan Jemaah Haji dan Umrah menziarah Maqam Rasulullah itu adalah atas dasar menziarahi Masjid Nabawi.
. Menghancurkan tugu-tugu peringatan kerana semua itu menjadikan umat Islam syirik.
. Melarang membaca qasidah dan berzanji yang memuji Rasulullah s.a.w. tahlil dan seumpamanya.
. Melarang umat Islam mengadakan sambutan hari-hari kebesaran Islam seperti Maulid Nabi, Isra’ Mikraj dan lain-lain.
Melarang umat Islam belajar sifat 20 dan seumpamanya.
. Fahaman Asa’ari iaitu fahaman Ahlu Sunnah Wal-Jamaah dibuang jauh-jauh.
. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah.
. Tidak boleh membaca wirid-wirid yang memuji Rasulullah.
. Tidak boleh melagu-lagukan lafaz al-Quran dan laungan azan tetapi boleh baca dengan lurus sahaja.
. Menghadakan majlis zikir secara berjemaah dilarang.
. Amalan tariqah dilarang sama sekali.
. Amalan berwirid selepas solat berjemaah dilarang keras.
Fahaman Wahabi menjadi pegangan Kerajaan Arab Saudi yang menguasai Masjidil Haram Mekah dam Masjid Nabawi Madinah. Berdasarkan penguasaan dua tempat suci ini maka fahaman Wahabi terus bertapak kukuh. Malah Kerajaan Arab Saudi menjadi negara Islam paling banyak menyumbangkan dana-dana untuk perkembangan dakwah dan syiar Islam di seluruh dunia.
Di negara kita Kerajaan Perlis Indera Kayangan satu-satunya negeri yang tidak berpegang kepada mana-mana mazhab. Mereka mendakwa berpegang kepada al-Quran dan hadis sahih sepenuhnya seperti mana yang diamalkan di Arab Saudi. Terdapat kalangan pelajar Malaysia yang belajar di Arab Saudi dan mahir dalam selok belok hukum tertarik dengan fahaman Wahabi dan mengembangkannya di Malaysia.
Penerapan fahaman Wahabi di kalangan umat Islam di negara ini yang sejak berkurun lama berakar umbi dengan Akidah Ahli Sunnah Wal-Jamaah telah menimbulkan salah faham di kalangan umat Islam. Manakala bagi orang awam yang kurang mahir dalam selok belok mazhab maka lebih baik bertaqlid dengan pegangan mazhab sedia ada.
Hakikatnya fahaman Wahabi tidak membawa pemikiran baru tentang akidah. Mereka hanya mengamalkan apa yang telah dikemukakan oleh Ibnu Taimiyyah dalam bentuk yang lebih keras berbanding apa yang diamalkan oleh Ibnu Taimiyyah sendiri. Perkembangan fahaman Wahabi dan penerapan mazhab lain dalam masyarakat Islam di negara ini tidak dapat dielakan kerana kesan pengglobalan ilmu di dunia hari ini.
Malah dalam penghayatan muamalah dan sisitem perbankan Islam di negara ini dan di dunia sekarang banyak menggunakan kaedah yang terdapat dalam Mazhab Hanafi.
Kesimpulannya dari segi tauhid fahaman Wahabi bukan ajaran baru dan juga tidak termasuk antara 73 cabang ajaran sesat seperti mana yang dijelaskan ulama berdasarkan huraian hadis penjelasan 73 ajaran sesat itu.

Disediakan Oleh: Ghafani Awang Teh

Tarikh :   23 Disember 2006
Sumber : Pengarah Bahagian ILIM 

Mazhab Syafie

untuk rencana penuh, lihat Mazhab Syafie
Mazhab Syafie diasaskan oleh Muhamad bin Idris Al-Syafie. Beliau dilahirkan pada tahun 150 hijrah di sebuah bandar yang bernama Ghizah di Palestin.
Inilah tarikh paling masyhur dikalangan ahli sejarah.
Imam Syafie adalah keturunan Bani Hashim dan Abdul Mutalib. Keturunannya bertemu dengan keturunan Rasulullah di sebelah datuk Baginda iaitu Abdul Manaf.
Beliau seorang miskin, tetapi kaya dengan semangat dan bercita-cita tinggi dalam menuntut ilmu. Beliau banyak mengembara dalam menceduk dan menimba ilmu.
Imam Syafie dianggap seorang yang dapat memadukan antara hadis dan fikiran serta membentuk undang-undang fiqh. Pada permulaannya beliau cenderung dalam bidang sastera dan syair, tetapi mengubah pendiriannya kepada mempelajari ilmu fiqh dan hadis hingga ke tahap paling tinggi.
Imam Syafie ialah imam ketiga mengikut susunan tarikh kelahiran mazhab empat serangkai.
Beliau adalah penyokong kepada ilmu hadis dan pembaharuan agama (mujaddid) bagi abad yang ke-2 hijrah. Imam Ahmad Bin Hanbal pernah berkata: “Diceritakan kepada Nabi Muhamad bahawa Allah menghantar kepada umat ini seorang pembaharu kepada agama, Umar Bin Abdul Aziz dihantar untuk abad yang pertama dan aku harap Imam Syafie adalah mujadid abad yang kedua.”
Ketika muda, Imam Syafie, hidup dalam kemiskinan, hingga beliau terpaksa mengumpul batu-batu, belulang, pelepah tamar dan tulang untuk ditulis di atasnya. Beliau kadang-kala terpaksa ke tempat perhimpunan orang ramai meminta kertas untuk menulis pelajarannya.
Imam Syafie menghafaz al-Quran dengan mudah iaitu ketika masih kecil lagi. Beliau menghafaz dan menulis hadis.
Beliau sangat tekun mempelajari kaedah dan nahu bahasa Arab. Untuk itu, beliau pernah mengembara ke kampung dan tinggal bersama puak Hazyal selama 10 tahun. Hal ini kerana puak Hazyl terkenal sebagai kabilah yang paling baik bahasa Arabnya.
Imam Syafie banyak menghafaz syair dan qasidah daripada puak Hazyl. Beliau juga banyak menumpukan masa dan tenaganya kepada sastera dan sejarah pada masa mudanya. Namun, Allah menghendaki dan melorongkan kepadanya dalam bidang ilmu fikah.
Antara sebabnya, pada suatu hari Imam Syafie bersyair sambil menunggang kuda bersama seorang lelaki. Lalu berkata lelaki itu : “Tidak sesuai engkau bersyair kerana itu boleh menjatuhkan maruah. Alangkah baiknya belajar ilmu fiqh?”
Kata-kata itu sangat memberi kesan kepada Imam Syafie. Sejak itu beliau menumpukan masa dan tenaga kepada ilmu fiqh.
Salah seorang guru Imam Syafie dalam pelajaran ilmu fiqh dan hadis ialah Imam Malik. Antara guru Imam Syafie selain Imam Malik ialah mufti dan faqih Mekah iaitu Muslim bin Khalid az-Zanji, dan Syaikhul Muhaddisin Sufyan bin Uyaynah.
Ilmu fiqh yang dibawa oleh Imam Syafie adalah satu zaman perkembangan ilmu fiqh dalam sejarah perundangan Islam. Hal ini kerana beliau yang menghimpun atau menyatukan ilmu fiqh ahli akal dan fikir dengan ilmu fiqh ahli akal dan hadis.
Ilmu fiqh Imam Syafie adalah ikatan sunnah dan qias serta pemikiran dengan beberapa pertimbangan dan sekatan. Hal ini demikian kerana ilmu fiqh yang menetapkan cara atau peraturan untuk memahami al-Quran dan hadis. Ia juga menetapkan kaedah pengeluaran hukum dan kesimpulannya.
Lantaran itulah beliau berhak dianggap penaja bagi ilmu usul fiqh.
Mazhab Syafie merupakan jalan tengah bagi Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki. Imam Syafie sendiri pernah berfahaman Maliki dan Hanafi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...