DAJJAL, YA'JUJ DAN MA'JUJ

AN NAWAS BIN SAM'AN bercerita: "Pada suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, maka belian merendahkan dan meninggikan suaranya, sehingga kami mengira bahawa Dajjal itu ada di antara kebun kurma. Dan ketika kami pergi ke kebun, Rasulullah mengerti bahawa kami akan mencari Dajjal, lalu beliau bertanya: Mengapakah kamu? Kami menjawab: Ya Rasulullah, tadi kau menceritakan Dajjal, dan kau naik turunkan suaramu, hingga kami mengira bahawa Dajjal telah berada di kebun korma. Lalu beliau bersabda: Selain Dajjal ada yang lebih saya khawatirkan atas kamu, jika Dajjal keluar sedang aku masih ada dj tengah-tengah kamu, maka akulah yang akan menghadapinya, sedang kalau saya telah mati, maka setiap orang dapat menghadapinya sendiri dan Allah akan melindungi setiap orang Islam sebagai ganti saya. Sesungguhnya Dajjal itu seorang pemuda yang kerinting rambutnya, matanya agak keluar, kalau saya dapat mengumpamakan sekarang hampir sama seperti Abdul Uzza bin Qothon, maka barang siapa yang mendapatinya, hendaklah ia bacakan padanya permulaan surah al-Kahfi. Dia akan keluar di antara Syam dan Iraq, dan akan mengacau ke kahan dan ke kiri.

"Wahai hamba Allah tabahlah kamu! Lalu kami bertanya: Berapa lama ia tinggal di bumi?' Nabi SAW menjawab: "40 hari sehari sama dengan setahun, sehari sama dengan sebulan, sehari sama dengan sam minggu dan hall lainnya sama dengan hari-hari biasa." Kami bertanya:"Ya Rasulullah, sehari yang sama dengan setahun itu, apakah kami cukup solat satu bari pada waktu itu?"

Nabi SAW menj awab: "Tidak, kira-kirakan sendiri." Kami bertanya: "Bagaimana kecekapannya?' Beliau menjawab: "Seperti awan yang didorong angin, lalu dia pergi mendatangi satu kaum untuk, mengajak mereka, maka mereka percaya kepadanya, lalu ia memerintah, maka langit menurunkan hujan, bumi jadi subur dan para pengembala kembali dengan tamak yang banyak, gemuk-gemuk dan banyak susunya.

Kemudian dia pergi pada kaum yang lain untuk mengajak mereka, tetapi mereka menolak semua keterangannya, lalu iapun pergi, tiba-tiba daerah mereka menjadi kering dan lenyap kekayaan mereka,

Kemudian dia melalui tempat yang kosong seraya berkata: Wahai tempat keluarkanlah perbendaharaanmu! Maka keluarlah perbendaharaannya bagaikan Raja Tamon yang dihantar oleh anak buahnya. Lalu dia memanggil seorang pemuda lantas dipenggal dengan pedang dan badannya dipotong menjadi dua, Lalu dilemparkan sejauh sasaran. Kemudian dipanggilnya kembali, maka datanglah pemuda itu dengan muka berseri-seri sambil tertawa,

Ketika demikian keadaan Dajjal, lalu Allah menurunkan Nabi Isa bin Maxyam pada menara putih disebelah timur Damsyik berada di antara dua sayap Malaikat~ apabila ia menundukkan kepalanya, maka mengalir bagaikan butir mutiara, tiada seorang kafir mendapat bau nafasnya melainkan ia mati seketika itu, sedang bau nafasnya sampai diujung pandangannya,

Kemudian ia (Nabi Isa as.) mengejar Dajjal hingga bertemu di Bah Lurid, lalu ia membunuhnya. Lalu Nabi Isa as. pergi kepada kaum yang telah dipelihara Allah dari gangguan Dajjal dan mengusap muka mereka sambil menceritakan kepada mereka tentang kedudukan mereka di dalam syurga, ketika dalam keadaan demikian tiba-tiba Allah mewahyukan kepada Nabi Isa: "Aku telah mengeluarkan makhluk yang tiada seorang pun dapat memerangi mereka, maka bawalah hamba-Ku berlindung di bukit Thur." Lalu Allah mengirim Ya'juj dan Ma'juj dari segala penjuru, yang pertama dari mereka melalui danau Thobariah dan meminum semua airnya, hingga barisan yang terakhir berkata: "Dulu di sini ada air."

Nabi Isa bersama pengikutya dikepung oleh mereka, hingga kepala sapi bagi salah seorang pengikut Nabi Isa lebih berharga daripada wang 100 dinar bagi kamu hari ini, lalu Nabi Isa dan pegikumya berdo'a, kepada Allah Taala.

Kemudian Allah mengirim penyakit kepada Ya'juj dan Ma'juj, sehingga pagi-pagi mereka telah mati, lalu Nabi Isa dan pengikutnya turun dari bukit, maka tidak ada sejengkal tanahpun dari bumi ini melainkan penuh dengan bangkai mereka yang berbau busuk.

Kemudian Nabi Isa dan pengikumya berdo'a kepada Allah, maka Allah mengirim burung sebesar leher unta untuk mengangkut bangkai-bangkai itu dan membuangnya ke tempat yang telah dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah menurunkan hujan lebat, hingga menaiki rumah untuk membersihkan bumi dan menjadikan bumi bagaikan lumpur yang licin. lalu diperintahkan kepada bumi:

Tumbuhkanlah buah-buhanmu dan keluarkanlah semua barakahmu, sehingga orang-orang cukup makan satu buah delima dan dapat bemaung dengan kulitnya, susu juga diberi berkah, sehingga satu unta cukup untuk beberapa kelompok bangsa dan satu lembu cukup untuk beberapa kelompok orang. Ketika mereka dalam keadaan yang demikian tiba-tiba Allah mengirimm angin yang sejuk lalu masuk dari bawah ketiak mereka dan mencabuti roh setiap orang Mukmin dan Muslim, hingga yang tinggal di dunia hanyalah orang-orang jahat, bersetubuh di tengah jalan bagaikan himar, maka pada mereka nanti itulah hari dibangkitkan.

Kedatangan Dajjal, Imam Al-Mahdi dan Nabi Isa AS

1. Dajjal

Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan demikian karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal

Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal.
Beliau bersabda : “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany)

Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata: Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, seakan-akan matanya itu buah anggur yang mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237).

Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65)

Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak). Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah untuk mengalahkan kekuatan tersebut.

Hadits lainnya adalah hadits yang menjelaskan bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59)

Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan matinya pepohonan.

Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena para malaikan menjaganya.

Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495)

Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan Madinah. Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri tersebut ada malaikat yang menjaganya” (Shohih Muslim 18/83)

Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk membenarkan pengakuannya dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany)

Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia akan menyuruh langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia akan menempuh perjalanan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat itu berkata kepada Nabi Isa, ”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab, ”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri. Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”.

Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

2. Imam Mahdi

Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan, mentakwilkan atau menolaknya.

Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di akhir zaman, meski tidak ada riwayat yang memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah SAW.

Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan.

Diantara hadits itu antara lain :

Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku, namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al-Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya hasan shahih).

Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah Allah SWT.

Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22)

3. Nabi Isa

Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi muslimin atau bagian dari umat Islam, menghancurkan salib dan menghancurkan berhala. Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang bersumber dari Allah juga.

Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke bumi dengan membawa risalah dari langit.

Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita terapkan saat itu.

Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain:

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta … (HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”.

Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir. Juga buku Asyrotus-Saa’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru hara) karya Ibnu Katsir.

TURUNNYA ISA IBNU MARYAM

Sebagaimana diketahui, bahwa BERIMAN terhadap HARI AKHIR merupakan

salah satu RUKUN IMAN dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah.

Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. Adapun yang

tergolong tanda-tanda besar adalah: MUNCULNYA DAJJAL dan TURUNNYA

ISA Ibnu MARYAM.



Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. Prof. Hamka, Quray Shihab,

Hj. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam

dan munculnya Dajjal.(lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun)

Hal ini dikarenakan, bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili "sanadnya lemah", juga

(oleh Hj. Irene) dikatakan cerita "Dajjal dan turunnya Isa" hanya berasal dari
Bibel.



TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia, yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah

al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah,

telah menyatakan, bahwa, Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya

Isa Ibnu Maryam "setelah di takhrij dan tahqiq" adalah SHAHIH dan

MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). (lihat, Nabi Isa vs Dajjal. Hal.33)




Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak

hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa.

Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani, HURU-HARA HARI
KIAMAT oleh: Ibnu Katsir


(baca dengan sabar!)



Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga

tejadi hari kiamat, sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. Saya

telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun

mengatakannya (dari nabi) sebelumku.Dia (Dajjal) itu dari golongan

manusia, dengan (ciri-ciri): rambut keriting, mata kiri buta, diatas mata

kanannya ada alis yang tebal, dan ia mampu menyembuhkan kebutaan, dan

penyakit belang-belang,



Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak

lagi di gubris. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari. Sehari

bagaikan setahun, setahun bagaikan sebulan, dan sehari bagaikan satu jumat.

Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini.



Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti, dan mengajak orang-

orang lalu ia membunuh mereka. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal

seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah.



Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan; agama Allah diikuti dan ia

(Dajjal) suka akan hal itu. Kemudian ia berkata setelah itu, "sesungguhnya

aku seorang nabi!" lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun

pergi meninggalkannya. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata, "Aku adalah

Allah!" maka matanya menjadi tertutup, telinganya terpotong dan tertulis

diantara kedua matanya kafir, yang terbaca oleh segenap mukmin yang

mampu menulis dan yang tidak mampu menulis.



Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. Dia

memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya, maka turunlah hujan itu

dan disaksikan oleh orang-orang.



Ketika Dajjal muncul, seorang lelaki dari orang-orang yang beriman

mencarinya, maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil), lalu

mereka bertanya kepadanya, "Apa yang kamu cari?" Dia (lelaki itu)

menjawab, "saya mencari orang yang keluar!"

lalu mereka bertanya kepadanya (kembali), "Apakah kamu tidak

mempercayai tuhan kami?" Dia menjawab: "Tuhan kami tidaklah samar."

Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). Ketika orang

beriman itu melihatnya, dia berkata, "Wahai sekalian mamusia, inilah dajjal

yang telah disebutkan oleh Rasulullah s.a.w.



Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut,

dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan

perutnya. Lalu Dajjal bertanya, "Apakah engkau masih tidak mempercayai

kami?" Dia menjawab, "Engkau adalah Dajjal si pendusta. Kemudian

diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga

kakinya menjadi dua bagian, lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua

bagian badan yang telah tebelah dua.



Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya, "Bangunlah!" maka bangunlah

dan tegaklah dia. Kemudian Dajjal bertanya lagi, "Apakah kamu masih

belum percaya kepadaku?" dia menjawab, "Tidak berkurang pengetahuanku

tentang kamu, bahkan bertambah yakin." Kemudian orang beriman tersebut

berkata, "Wahai sekalian orang, dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian

lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut).

Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman

tersebut. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian

belakang orang itu sebuah tembaga, hingga tidak mampu disembelih.

(karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin)

tersebut lalu dilemparkannya. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam

neraka, padahal ia dilemparkan ke surga. Itulah manusia yang paling besar

kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul 'Alamin.



Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam, lalu (Dajjal)

datang kepada mereka dan mengepungnya. Kepungan itu sangat hebat dan

sangat membuat mereka lelah.



Isa turun!



Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting), tiba-tiba

terdengar suara panggilan dari sudut bukit, "Wahai sekalian manusia, aku



mendatangkan untuk kalian pertolongan.



Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Sesungguhnya



suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan."




Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara



adzan dan iqomah. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua



tempat. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat.


Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh, dan



pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): "semoga Allah memberi



ketenangan; silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!" Lalu dia (Nabi



Isa) berkata: "Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada



yang lainnya!" Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat.


Setalah menyelesaikan shalatnya, Isa mulai berperang, dan dia pergi kearah



Dajjal. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa), dia (Dajjal) merasa



ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh, lalu dia (Isa)



meletakkan antara dua dadanya (Dajjal), lalu membunuhnya, dan dia (Isa)



juga memerangi para pengikut-pengikutnya. Pada saat itu tidak ada sesuatu


yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal), sampai



pohon akan berkata kepadanya: "Wahai orang beriman, ini orang kafir



(bersembunyi)!" dan batu juga berkata: Wahai orang beriman, ini orang


kafir!"



Kemudian nabi Isa a.s. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin



yang adil dan penengah yang jujur.


Sabda Nabi s.a.w.:



"Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi, dan sesungguhnya dia



akan turun. Jika kalian melihatnya maka percayailah, seorang laki-laki yang



kulitnya antara merah dan putih, pertengahan antara kedua warna tersebut,



seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air.

Maka dia memerangi manusia demi islam, dia menghancurkan salib,


menbunuh babi, membebaskan pajak, dan Allah menghancurkan pada

zamannya itu semua agama kecuali Islam. Dia (Allah pada zaman itu)

membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka
bumi ini merasa aman, sampai unta hitam bersusuhan dengan unta, singa

dengan sapi, serigala dengan kambing, anak kecil bermain dengan ular tapi

tidak membahayakannya.)



Nabi Isa a.s. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil



dan penengah yang jujur, kemudian dia wafat, maka orang-orang beriman
menshalatkannya.

TEMPAT TINGGAL DAJJAL PADA ZAMAN NABI

Sebuah Hadits menerangkan, bahwa pada suatu hari sehabis salat berjama’ah, Nabi Muhammad SAW menahan para Sahabat dan berkata sbb : “Tamim Dari, seorang Kristian yang memeluk Islam, ia menceritakan kepadaku tentang Dajjal, yang cocok dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kamu”. Lalu beliau menceritakan pengalaman Tamim Dari sbb :

“Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: ‘Aku adalah Masihid Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah“.

Satu hal yang sudah pasti ialah bahwa seluruh cerita ini bukanlah kejadian biasa, melainkan sebuah visiun (ru’yah). Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru’yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb: “Ceritakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan”.

Pertanyaan mereka dijawab sbb: “Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah”. Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: “Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?” (Kanzul-Ummal jilid VII, hal 2024).

Bagaimana mungkin Dajjal tahu bahwa Nabi bangsa Arab telah muncul? Apakah Dajjal telah menerima wahyu? Sudah barang tentu tidak. Dan pula tak mungkin bahwa ini adalah perkara tekaan.

Kejadian-kejadian lain yang diceritakan dalam Hadits ini, semuanya menguatkan pendapat bahwa ini terjadi dalam ru’yah. Misalnya, siapakah yang mengikat tangan Dajjal pada lehernya? Siapakah yang mengikat kakinya dengan rantai? Bolehkah kami mengira bahwa Dajjal dilahirkan dalam keadaan demikian? Mengapa jassasah tidak melepas rantai Dajjal? Segala persoalan yang rumit ini hanya dapat dipecahkan apabila kami menganggap ceritera ini berasal dari ru’yah Tamim Dari.

Segala sesuatu yang diketahui oleh Nabi Suci yang berhubungan dengan masalah ini juga berlandaskan ru’yah. Allah tak pernah membawa beliau ke sebuah pulau, dan menyuruh beliau melihat Dajjal dengan mata-kepala sendiri. Sebaliknya, hanya melalui ru’yah sajalah, beliau melihat sifat-sifat Dajjal. Beliau menyajikan ru’yah Tamim Dari ini, sekadar untuk memperkuat apa yang diketahui oleh beliau dalam ru’yah sebagaimana beliau menceritakan juga impian para Sahabat lainnya. Hadits ini memberi petunjuk kepada kita, di mana tempat-tinggal Dajjal :

1. Ia bertinggal di sebuah pulau.

2. Letak pulau ini sejauh satu bulan pelayaran dari Syria.

Masih ada satu lagi yang orang dapat ketahui dari Hadits ini, yakni, bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi ia belum diizinkan keluar. Hal ini akan kami uraikan nanti dengan panjang-lebar.

Dua catatan tersebut di atas memberi petunjuk seterang-terangnya akan tempat-tinggal Dajjal. Sudah terang bahwa Eropah didiami pula oleh bangsa-bangsa lain, tetapi bangsa Inggeris mempunyai kekuasaan dan kebesaran yang tak pernah jatuh di tangan bangsa lain di benua itu. Itulah sebabnya mengapa benua Barat disebutkan secara khusus sebagai tempat-tinggal Dajjal.

MENGAPA DAJJAL DISEBUT AL-MASIH

Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan kebenaran, mengapa Dajjal disebut Masihid-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Kerana Dajjal selalu menunaikan tugasnya atas nama “al-Masih”, yang julukan ini diberikan oleh Allah kepada nabi ‘Isa berdasarkan wahyu-Nya. Diberikannya julukan al-Masih kepada Dajjal menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, dan inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, kerana ia menggunakan nama “al-Masih”, seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau.



Al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa Allah itu Esa, dan tak ada Tuhan selain Dia yang wajib disembah; tetapi Dajjal mengangkat nabi ‘Isa itu sendiri sebagai Tuhan. Selanjutnya, al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa semua Nabi adalah hamba Allah yang tulus, tetapi Dajjal mengutuk semua Nabi yang suci sebagai orang berdosa. Mengapa demikian ? Kerana jika para Nabi Utusan Allah ini tak dikutuk sebagai orang berdosa, maka tak perlu timbul Putra Allah yang tak berdosa, untuk menebusi dosa sekalian manusia.



Selanjutnya, al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa setiap orang akan mendapat ganjaran atau hukuman sesuai perbuatan yang ia lakukan, tetapi Dajjal yang berkedok al-Masih mengajarkan bahwa Putra Allah sudah cukup menebusi dosa ummat Kristen. Al-Masih ‘Isa mengajarkan bahwa orang kaya tak dapat masuk dalam kerajaan Surga, tetapi Dajjal yang mengaku-ngaku al-Masih mengajarkan supaya manusia menumpuk-numpuk kekayaan. Singkatnya, kitab-kitab Hadits menggunakan julukan “Al-Masihid Dajjal” hanyalah untuk menjelaskan, bahwa Dajjal adalah nama lain belaka bagi agama Kristen sekarang ini. Nama Al-Masih dan agama al-Masih hanyalah digunakan sebagai kedok untuk menutupi penipuan (dajala) yang ada di belakang itu.

MENURUT AL-QUR’AN DAN AL-HADITS, KEMENANGAN GEREJA ITU SAMA DENGAN FITNAHNYA DAJJAL

Sebagaimana kami terangkan di muka, Al-Qur’an tak menyebutkan nama Dajjal secara khusus. Tetapi dalam Hadits sahih diterangkan bahwa barang siapa membaca surat al-Kahfi, ia akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, padahal surat ini khusus membahas agama Nasrani dan ajarannya yang palsu. Terutama sekali sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat ini, khusus dibahas kepercayaan dan kegiatan bangsa-bangsa Kristen. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa rnenurut Al-Qur’an, f’itnahnya Dajjal itu hanya sebutan lain saja bagi kemenangan agama Nasrani. Dengan perkataan lain, apa yang digambarkan dalam Hadits sebagai fitnahnya Dajjal itu tiada lain hanyalah kemenangan agama Nasrani.



Dengan suara bulat semua kitab Hadits mengumumkan bahwa fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, sampai-sampai kaum Muslimin diajarkan agar pada tiap-tiap shalat berdo’a kepada Allah untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal: “Ya Allah, aku mohon perlindungan Dikau dari fitnahnya Masih ad-Dajjal”. Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnahnya Dajjal. Dalam Hadits dinyatakan seterang-terangnya sbb:



“Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya Adam hingga Hari Kiamat”.



Semua kitab Hadits sama pendapatnya tentang hal ini, dan peringatan ini diulang berkali-kali dalam berbagai bentuk kalimat. Oleh kerana itu timbullah pertanyaan, mengapa Al-Qur’an tak membicarakan peristiwa yang digambarkan dengan tegas oleh Nabi Muhammad SAW sebagai fitnah yang paling besar?



Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, baiklah kami periksa labih dahulu sifat dua macam fitnah yang kaum Muslimin diperingatkan akan terjadi pada akhir zaman. Pertama tentang fitnahnya Ya’juj wa-Ma’juj, ini diuraikan seterang-terangnya, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits; akan tetapi Al-Qur-an tak menerangkan tentang Dajjal, melainkan sebagai penggantinya, Al-Qur’an hanya menerangkan fitnah besar berupa ajaran Kristen tentang Ketuhanan nabi ‘Isa. Dengan kata-kata yang tegas, Al-Qur’an mencela ajaran ini sebagai fitnah yang paling besar bagi manusia:



“Langit hampir-hampir pecah dan bumi membelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, kerana mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-pemurah” (19:90-91)



Selanjutnya Al-Qur’an menerangkan, bahwa ajaran semacam itu tak pernah diajarkan oleh nabi ‘Isa. bahkan sebenarnya, ajaran itu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh nabi ‘Isa.



“Tatkala Allah berfirman: Wahai ‘Isa anak Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? la (’Isa) berkata: Maha suci Engkau, tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang aku tak berhak mengatakan itu… Aku tak berkata kepada mereka selain apa yang Engkau perintahkan kepadaku, yakni mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu” (5:116-117).



Jadi menurut Al-Qur’an, ajaran tentang Ketuhanan nabi ‘Isa tak diajarkan oleh beliau, melainkan diajarkan oleh Anti-christ atau Dajjal. Walaupun Al-Qur’an tak menyebut-nyebut nama Dajjal, namun Al-Qur’an membicarakan ajaran Dajjal yang sesat berupa ajaran Kristen tentang Putra Allah.



Jika kami memperhatikan Hadits yang bersangkutan, inipun membenarkan apa yang tersebut di atas. Dalam hubungan ini, hal yang mula-pertama menarik perhatian kami ialah, bahwa Hadits yang menerangkan turunnya al-Masih, hampir semuanya memikulkan satu tugas kepada beliau, yakni “mematahkan kayu palang” (yaksirus-saliba).



Jarang sekali Hadits yang menerangkan, bahwa beliau ditugaskan untuk membunuh Dajjal. Hal ini memang aneh jika diingat bahwa menurut Hadits, fitnahnya Dajjal itu fitnah yang paling besar di dunia. Fitnah ini hanya akan disingkirkan oleh tangan Masih-Mau’ud. Akan tetapi pada waktu membicaraka turunnya al-Masih, Hadits hanya menerangkan bahwa tugas beliau yang paling besar ialah mematahkan kayu palang; ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa mematahkan kayu palang adalah sama ertinya dengan membunuh Dajjal.



Sungguh mengesankan sekali bahwa manakala Hadits menerangkan fitnah zaman akhir, maka fitnah yang paling besar adalah fitnahnya Dajjal; tetapi manakala Hadits menerangkan ubat yang dapat memberantas fitnah itu, maka hanya disebut patahnya kayu palang. Mengingat bahwa tugas utama Masih-Mau’ud ialah mematahkan kayu palang, maka teranglah bahwa fitnahnya Dajjal dan merajalelanya agama Kristen adalah, dua sebutan belaka bagi satu idea yang sama.

<< KEMBALI

TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL

Agaknya menarik perhatian sekali bahwa menurut Hadits Tamim Dari, Dajjal bertinggal di sebuah pulau yang letaknya di sebelah Barat Syria, sedang tempat munculnya dikatakan oleh Hadits lain, berada di Timur. Lengkapnya, Hadits ini berburiyi sbb:

“Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur” (Kanzul-’Ummal jilid VII, halaman 2988).

Sebelum kami menerangkan perinciannya, marilah kita tinjau lebih dahulu lain-lain Hadits yang sama artinya, yakni bahwa Dajjal akan muncul di Timur. Salah satu Hadits berbunyi sbb :

“Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir duapuluh kali ke arah Timur” (Kanzul-’Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: “Tidak ! Ia akan muncul di Timur” diikuti dengan kalimat: “Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur”. Jadi jika di suatu Hadits dikatakan bahwa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di Barat, tetapi di lain Hadits diterangkan bahwa tempad munculnya Dajjal, atau lebih tepat lagi, tempat munculnya fitnah Dajjal ialah di Timur.

Ini menunjukkan bahwa merajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-bangsa di Timur. Adapun kenyataan yang tak dapat dibantah lagi, bahwa fitnahnya Dajjal tak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperoleh keuntungan dari hasil perampokan di Timur. Jadi yang dimaksud munculnya Dajjal di Timur ialah merajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara Timur dengan jalan memperbudak penduduknya, baik jasmani maupun rohani, lahiriyah maupun batiniyah.

Menurut apa yang diterangkan dalam Hadits, terang sekali bahwa pada zaman Nabi, Dajjal itu sudah ada, akan tetapi pada waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropah pada waktu itu. Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika, mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menaklukkan dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga gerak-gerik negara-negara itu dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropah.

Itulah sebabnya mengapa di dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal mengaku Tuhan, kerana segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain. Inilah apa pula yang dimaksud oleh Hadits lain yang menerangkan bahwa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan perkataan lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan derajat bangsa-bangsa lain menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.

APAKAH DAJJAL ITU ORANG ATAUKAH BANGSA ?

Memang benar bahwa kebanyakan Hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, yang di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri dari huruf kaf, fa’ dan ra’ (atau kafara, ertinya kafir), dan yang membawa keldai, sungai dan api. Tetapi jika Hadits-hadits itu kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan nampak dengan jelas, bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.

Dengan tegas Al-Qur’an mempersamakan Dajjal dengan bangsa-bangsa Kristen, dan lagi, Al-Qur’an menyatakan bahwa Dajjal dan Ya’juj wa-Ma’juj bukanlah dua jenis makhluk yang berlainan, kerana fitnah yang ditimbulkan oleh mereka itu disebutkan bersama-sama.

Kami juga mempunyai bukti dari kitab Bible yang menerangkan, bahwa Ya’juj wa-Ma’juj adalah bangsa-bangsa Eropah. Dengan demikian teranglah bahwa Dajjal juga bererti bangsa. Sebagaimana telah kami terangkan di muka, fitnah Dajjal itu bersumber pada menangnya agama Kristen.

Ada sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang melainkan bangsa, sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam Hadits itu bukanlah tempat melainkan bangsa. Hadits itu berbunyi sbb:

“Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Parsi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertampur dengan Rom, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu”.

Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan Arab, Persi dan Roma. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah bangsa, seperti halnya Arab, Persi dan Rom. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni bahwa menurut Hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa; seperti halnya Persi atau Roma.

Tetapi masih saja harus dijelaskan, mengapa dalam Hadits dijelaskan seakan-akan Dajjal itu orang. Sebagaimana telah kami terangkan, semua ramalan Nabi Suci itu didasarkan pada ru’yah atau kasyaf (visiun), dan dalam ru’yah atau kasyaf, suatu bangsa hanya digambarkan sebagai orang-seorang. Sebenarnya, bangsa itu dikenal dari ciri-cirinya; dan dalam ru’yah, ciri-ciri ini hanya dapat diperlihatkan dalam bentuk orang-seorang. Bahkan dalam bahasa sehari-hari, bangsa itu diajak bicara bagaikan orang. Misalnya, Al-Qur’an mengajak bicara bangsa Israil, seakan-akan bangsa Israil itu orang. Bacalah misalnya, ayat Al-Qur’an berikut ini:

“Wahai kaum Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kamu, dan bahwa Aku memuliakan kamu di atas sekalian bangsa” (2:47).

Kaum Bani Israil yang diperingatkan di sini ialah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa yang dimaksud ialah yang terjadi pada zaman nabi Musa, atau beberapa abad sesudah beliau. Kenikmatan yang teruraikan dalam ayat ini telah diberikan, kepada kaum Bani Israil zaman dahulu, tetapi ayat Al-Qur’an ini ditujukan kepada kaum Bani Israil zaman sekarang yang sedang dalam keadaan hina dan suram. Tetapi seluruh kaum Bani Israil ini dikatakan bagaikan satu orang.

Demikianlah seluruh bangsa Dajjal diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam ru’yah bagaikan satu orang, padahal Dajjal seperti yang digambarkan oleh Al-Qur’an menunjukkan bahwa Dajjal adalah segolongan bangsa yang ciri-ciri khasnya sudah dikenal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...